Jumat, 11 Januari 2008

Musik yang Bermartabat

Kemaren sore saat sedang istirahat tanpa sengaja saya tertarik dengan sebuah acara infotainment ketika sedang pindah-pindah channel sambil cari-cari acara yang bagus di antara setumpuk acara gak berkualitas sore itu. Waktu itu kebetulan ada wawancara dengan Dhani Ahmad perihal album Maia Estianty dan partner barunya (Mei Chan katanya).

Satu kalimat menarik terlontar dari Dhani Ahmad yang mengatakan kira-kira begini : "... buat lagu komersil itu gampang ... mudah sekali, tapi bikin lagu yang bermartabat itu susah ... okelah Kangen Band bisa terkenal, Radja bisa terkenal, itu mudah ... tapi bikin lagu yang bermartabat itu sulit ...". Jreng!! perhatian saya langsung tercuri oleh pernyataan itu.

"Musik bermartabat" menurut Dhani Ahmad mungkin lebih pas diasosiasikan ke arah "totalitas musik". Saya cukup sependapat karena bertahun-tahun terakhir ini sulit menemukan pendatang baru yang punya totalitas musik dalam setiap karyanya. Berbeda dengan musisi angkatan 90-an misalnya seperti GIGI, Dewa 19, Slank, Gallery, God Bless, Iwan Fals, Chrisye, Melly Goeslaw, Krisdayanti, dan lain-lain. Mereke betul-betul memperlihatkan totalitas musiknya dalam setiap karya mereka. Jadi tidak hanya bikin lagu trus dibuat albumnya, lalu dapat uang dan jadi terkenal. Bukannya tidak boleh, tapi menurut pendapat saya pribadi ya ... sayang lah.

Banyak pendatang baru yang menurut saya memang punya lagu yang laris manis, tapi "kurang berisi". Lagu yang baik menurut saya tidak hanya aransemennya bagus, tapi juga jujur, gak asal, dan ada soulnya. Pendatang baru yang menurut saya cukup bagus misalnya Nidji. Walaupun banyak orang menilai Nidji itu terlalu meniru Coldplay (saya sendiri gak begitu tau bener apa nggak ...), tapi corak musiknya adalah salah satu yang baru di Indonesia. Lagu-lagunya pun berkualitas. Berbeda misalnya dengan Kangen Band. Menurut saya band ini memang belum matang, bahkan beberapa waktu kemaren saya baru menyadari (karena tetangga sering memutar lagi hits Kangen Band) bahwa lagu hits Kangen Band itu terlalu banyak suara simbalnya yang menurut saya malah bikin telinga "ngilu". Dan masih banyak lagi band-band pendatang baru yang memang belum kelihatan totalitasnya dalam bermusik.

Overall, saya tetap menilai bahwa karya musik Indonesia yang memang total baru bisa saya temukan pada musisi-musisi era 90-an ke bawah. GIGI misalnya, satu-satunya band yang sampai sekarang sangat saya senangi karena totalitas personil dan karya-karyanya. Peace, love, and respect ....

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Bang, Nidji g meniru Coldplay, tapi itu jiplakannya,,, Hehehe,,,

Kangen Band? Jangan d,,, Musik selera rendah,,, Tapi salut buat personelnya yang bisa merubah nasibnya,,,