Kamis, 31 Januari 2008

Synaptics Touchpad Config

Kadang-kadang ada sesuatu yang lucu dari cara orang memandang "kehebatan" distro Linux yang satu dengan yang lainnya. Ada yang bilang distro A hebat karena compiz-fusionnya bisa jalan, lainnya bilang distro B lebih bagus karena GUInya lebih bagus, atau juga ada yang bilang distro C lebih bagus karena touchpadnya fiturnya lebih banyak, dll.

Bicara masalah touchpad, fitur-fitur yang diperlukan user sudah tersedia pada driver synaptic X.org. Jadi tinggal masalah setting saja. Semua setting touchpad diletakkan pada satu blok section Input Device pada xorg.conf. Semua opsi pada driver synaptics dapat dilihat pada manualnya. Untuk melihat manualnya tinggal gunakan perintah man synaptics.

Sebagai contoh, setting driver touchpad saya seperti ini.

Section "InputDevice"
Identifier "Synaptics Touchpad"
Driver "synaptics"
Option "Device" "/dev/psaux"
Option "TouchpadOff" "2"
Option "Protocol" "auto-dev"
Option "SHMConfig" "true"
Option "VertEdgeScroll" "true"
Option "VertTwoFingerScroll" "true"
Option "HorizTwoFingerScroll" "true"
Option "LockedDrags" "true"
Option "LeftEdge" "1"
Option "RightEdge" "5855"
Option "TopEdge" "1"
Option "BottomEdge" "5855"
Option "SendCoreEvents" "true"
EndSection

Identifier adalah string pengenal section yang digunakan sebagai pengenal dalam bagian layout seperti ini.

Section "ServerLayout"
Identifier "Default Layout"
Screen "Default Screen"
InputDevice "Generic Keyboard"
InputDevice "Configured Mouse"
InputDevice "Synaptics Touchpad"
EndSection

Identifier harus dicantumkan dalam ServerLayout agar diaktifkan saat X diinisialisasi. Beberapa point yang menurut saya umum adalah sebagai berikut.

Driver adalah nama driver yang digunakan. Untuk synaptics touchpad nama drivernya synaptics.

Device adalah nama device file dari hardware touchpad anda. Untuk kasus saya dan pada umumnya touchpad terhubung ke /dev/psaux.

Protocol mendefinisikan protokol yang digunakan touchpad. Opsi auto-dev adalah setting default yang umum digunakan untuk deteksi otomatis.

SHMConfig diperlukan oleh utility konfigurasi touchpad seperti gsynaptics pada GNOME. Agar utility tersebut dapat mengakses touchpad on the fly SHMConfig harus bernilai true.

VertEdgeScroll mengaktifkan fitur scroll vertikal ketika user menyentuh area paling kanan touchpad. Biasanya pada touchpad areanya ditandai dengan garis-garis seperti barcode (ya .. mirip mirip lah .. hehe).

VertTwoFingerScroll mengaktifkan fitur scroll vertikal ketika user menyentuh touchpad dengan dua jari. Fitur ini menurut saya lebih nyaman dibandingkan vertical scroll biasa, tapi agak grogi juga lama-lama ya .. hehe.

LockedDrags mengaktifkan fitur penguncian pada aktifitas "dragging" yang biasanya diaktifkan dengan double click. Dengan opsi ini ketika user melakukan double clik untuk men-drag sesuatu (jendela aplikasi misalnya), maka operasi akan dikunci walaupun user melepaskan sentuhannya pada touchpad. Untuk menghentikan operasi, user tinggal melakukan click sekali lagi.

Yah, itu menurut saya beberapa point yang penting dan umum, selebihnya baca manualnya saja ya, lengkap kok ... Linux gitu lho .... hehe ..

Tidak ada komentar: