So, tahun baru ............... (udah lama kali ya ...) dan saya putuskan untuk memindahkan blog saya ke http://luftix.wordpress.com. Have a look ....
Kamis, 07 Februari 2008
Kamis, 31 Januari 2008
Synaptics Touchpad Config
Kadang-kadang ada sesuatu yang lucu dari cara orang memandang "kehebatan" distro Linux yang satu dengan yang lainnya. Ada yang bilang distro A hebat karena compiz-fusionnya bisa jalan, lainnya bilang distro B lebih bagus karena GUInya lebih bagus, atau juga ada yang bilang distro C lebih bagus karena touchpadnya fiturnya lebih banyak, dll.
Bicara masalah touchpad, fitur-fitur yang diperlukan user sudah tersedia pada driver synaptic X.org. Jadi tinggal masalah setting saja. Semua setting touchpad diletakkan pada satu blok section Input Device pada xorg.conf. Semua opsi pada driver synaptics dapat dilihat pada manualnya. Untuk melihat manualnya tinggal gunakan perintah man synaptics.
Sebagai contoh, setting driver touchpad saya seperti ini.
Section "InputDevice"
Identifier "Synaptics Touchpad"
Driver "synaptics"
Option "Device" "/dev/psaux"
Option "TouchpadOff" "2"
Option "Protocol" "auto-dev"
Option "SHMConfig" "true"
Option "VertEdgeScroll" "true"
Option "VertTwoFingerScroll" "true"
Option "HorizTwoFingerScroll" "true"
Option "LockedDrags" "true"
Option "LeftEdge" "1"
Option "RightEdge" "5855"
Option "TopEdge" "1"
Option "BottomEdge" "5855"
Option "SendCoreEvents" "true"
EndSection
Identifier adalah string pengenal section yang digunakan sebagai pengenal dalam bagian layout seperti ini.
Section "ServerLayout"
Identifier "Default Layout"
Screen "Default Screen"
InputDevice "Generic Keyboard"
InputDevice "Configured Mouse"
InputDevice "Synaptics Touchpad"
EndSection
Identifier harus dicantumkan dalam ServerLayout agar diaktifkan saat X diinisialisasi. Beberapa point yang menurut saya umum adalah sebagai berikut.
Driver adalah nama driver yang digunakan. Untuk synaptics touchpad nama drivernya synaptics.
Device adalah nama device file dari hardware touchpad anda. Untuk kasus saya dan pada umumnya touchpad terhubung ke /dev/psaux.
Protocol mendefinisikan protokol yang digunakan touchpad. Opsi auto-dev adalah setting default yang umum digunakan untuk deteksi otomatis.
SHMConfig diperlukan oleh utility konfigurasi touchpad seperti gsynaptics pada GNOME. Agar utility tersebut dapat mengakses touchpad on the fly SHMConfig harus bernilai true.
VertEdgeScroll mengaktifkan fitur scroll vertikal ketika user menyentuh area paling kanan touchpad. Biasanya pada touchpad areanya ditandai dengan garis-garis seperti barcode (ya .. mirip mirip lah .. hehe).
VertTwoFingerScroll mengaktifkan fitur scroll vertikal ketika user menyentuh touchpad dengan dua jari. Fitur ini menurut saya lebih nyaman dibandingkan vertical scroll biasa, tapi agak grogi juga lama-lama ya .. hehe.
LockedDrags mengaktifkan fitur penguncian pada aktifitas "dragging" yang biasanya diaktifkan dengan double click. Dengan opsi ini ketika user melakukan double clik untuk men-drag sesuatu (jendela aplikasi misalnya), maka operasi akan dikunci walaupun user melepaskan sentuhannya pada touchpad. Untuk menghentikan operasi, user tinggal melakukan click sekali lagi.
Yah, itu menurut saya beberapa point yang penting dan umum, selebihnya baca manualnya saja ya, lengkap kok ... Linux gitu lho .... hehe ..
Bicara masalah touchpad, fitur-fitur yang diperlukan user sudah tersedia pada driver synaptic X.org. Jadi tinggal masalah setting saja. Semua setting touchpad diletakkan pada satu blok section Input Device pada xorg.conf. Semua opsi pada driver synaptics dapat dilihat pada manualnya. Untuk melihat manualnya tinggal gunakan perintah man synaptics.
Sebagai contoh, setting driver touchpad saya seperti ini.
Section "InputDevice"
Identifier "Synaptics Touchpad"
Driver "synaptics"
Option "Device" "/dev/psaux"
Option "TouchpadOff" "2"
Option "Protocol" "auto-dev"
Option "SHMConfig" "true"
Option "VertEdgeScroll" "true"
Option "VertTwoFingerScroll" "true"
Option "HorizTwoFingerScroll" "true"
Option "LockedDrags" "true"
Option "LeftEdge" "1"
Option "RightEdge" "5855"
Option "TopEdge" "1"
Option "BottomEdge" "5855"
Option "SendCoreEvents" "true"
EndSection
Identifier adalah string pengenal section yang digunakan sebagai pengenal dalam bagian layout seperti ini.
Section "ServerLayout"
Identifier "Default Layout"
Screen "Default Screen"
InputDevice "Generic Keyboard"
InputDevice "Configured Mouse"
InputDevice "Synaptics Touchpad"
EndSection
Identifier harus dicantumkan dalam ServerLayout agar diaktifkan saat X diinisialisasi. Beberapa point yang menurut saya umum adalah sebagai berikut.
Driver adalah nama driver yang digunakan. Untuk synaptics touchpad nama drivernya synaptics.
Device adalah nama device file dari hardware touchpad anda. Untuk kasus saya dan pada umumnya touchpad terhubung ke /dev/psaux.
Protocol mendefinisikan protokol yang digunakan touchpad. Opsi auto-dev adalah setting default yang umum digunakan untuk deteksi otomatis.
SHMConfig diperlukan oleh utility konfigurasi touchpad seperti gsynaptics pada GNOME. Agar utility tersebut dapat mengakses touchpad on the fly SHMConfig harus bernilai true.
VertEdgeScroll mengaktifkan fitur scroll vertikal ketika user menyentuh area paling kanan touchpad. Biasanya pada touchpad areanya ditandai dengan garis-garis seperti barcode (ya .. mirip mirip lah .. hehe).
VertTwoFingerScroll mengaktifkan fitur scroll vertikal ketika user menyentuh touchpad dengan dua jari. Fitur ini menurut saya lebih nyaman dibandingkan vertical scroll biasa, tapi agak grogi juga lama-lama ya .. hehe.
LockedDrags mengaktifkan fitur penguncian pada aktifitas "dragging" yang biasanya diaktifkan dengan double click. Dengan opsi ini ketika user melakukan double clik untuk men-drag sesuatu (jendela aplikasi misalnya), maka operasi akan dikunci walaupun user melepaskan sentuhannya pada touchpad. Untuk menghentikan operasi, user tinggal melakukan click sekali lagi.
Yah, itu menurut saya beberapa point yang penting dan umum, selebihnya baca manualnya saja ya, lengkap kok ... Linux gitu lho .... hehe ..
Rabu, 30 Januari 2008
openSUSE 10.3
OK. Liburan kemaren saya dapat fenomena aneh ketika menggunakan Ubuntu 7.10. Beberapa Jam setelah sistem saya update secara mengejutkan harddsik saya mengeluarkan bunyi seperti kapal terbang. Wow !! Setelah saya switch ke OS lainnya ternyata tidak apa-apa. Nah lho ... apaan tuh ? Mungkin ada bug di driver SATAnya seperti wireless adapter saya yang dulu sempat error usbhostnya setelah beberapa menit menggunakan driver rt73 yang baru keluar. Nah, kebetulan, saya dapat IDE untuk pindah ke openSUSE 10.3 ... hehe .. namanya juga petualang.
Dulu saya pernah pakai OS ini sewaktu masih bernama SUSE, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Redhat yang pada waktu itu masih lebih bagus dibanding SUSE (jelas!). Nah, singkat cerita openSUSE 10.3 akhirnya "bertengger" di komputer. Nah, satu hal yang pasti pertama kali saya cek pada sebuah OS yang baru saya install adalah package managernya. SUSE (baik versi open dan enterprisenya) terkenal dengan toolnya yang bernama YaST (Yet another System Tools) yang merupakan modul-modul system configurator yang diintegrasikan menjadi satu dengan GUI yang terbilang mudah. Dari dulu sampai sekarang YaST masih tetap sama. Nah, beberapa hal yang saya catat ketika mulai ngoprek openSUSE adalah sebagai berikut.
Dulu saya pernah pakai OS ini sewaktu masih bernama SUSE, sebelum akhirnya memutuskan pindah ke Redhat yang pada waktu itu masih lebih bagus dibanding SUSE (jelas!). Nah, singkat cerita openSUSE 10.3 akhirnya "bertengger" di komputer. Nah, satu hal yang pasti pertama kali saya cek pada sebuah OS yang baru saya install adalah package managernya. SUSE (baik versi open dan enterprisenya) terkenal dengan toolnya yang bernama YaST (Yet another System Tools) yang merupakan modul-modul system configurator yang diintegrasikan menjadi satu dengan GUI yang terbilang mudah. Dari dulu sampai sekarang YaST masih tetap sama. Nah, beberapa hal yang saya catat ketika mulai ngoprek openSUSE adalah sebagai berikut.
- Banyak bener BUGnya. Waduh, dibandingkan Ubuntu 7.10 yang bug-bugnya kebanyakan minor, openSUSE 10.3 yang saya install masih ada bug majornya.
- Banshee hobi banget hang, sampe gstreamernya juga ikut ngaco. Kalau udah begini terpaksa login ulang.
- Theme chlorophyl punya minor bug yang kadang-kadang mengganggu, tapi paling fatal bisa menyebabkan aplikasi java gak bisa jalan. Solusinya ganti theme aja hehe ...
- Ada bug yang menyebabkan aplikasi java yang mengakses AWT gagal saat runtime dengan error message xcb_xlib.c:52: xcb_xlib_unlock: Assertion `c->xlib.lock' failed. Untuk mengatasinya tambah variabel pada bash :
export LIBXCB_ALLOW_SLOPPY_LOCK=true
- Network manager gak kunjung dapat IP dari host tujuan, alhasil komputer saya gak kunjung connect ke access point. Nah, seperti pepatah saya (hehe ...) : console adalah segalanya, alhasil saya bisa connect dengan cara manual. Caranya ?
- Di konfigurasi [Network Card] di YaST, pilih setting manual di tab [General]. Network Manager akan dimatikan setelah konfigurasi diubah manual. Wpa_supplicant tetap jalan, jadi ESSID AP tujuan biasanya sudah otomatis diasosiasikan. Kalau belum, ESSIDnya diasosiasikan dulu :
iwconfig [device_name] ESSID [nama_access_point]
- Selanjutnya tinggal melaukan request DHCP
/sbin/dhclient wlan0
- Kalau berhasil connect outputnya kira-kira begini :
Internet Systems Consortium DHCP Client V3.0.6
Copyright 2004-2007 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/sw/dhcp/
Listening on LPF/wlan0/00:19:db:0f:93:85
Sending on LPF/wlan0/00:19:db:0f:93:85
Sending on Socket/fallback
DHCPREQUEST on wlan0 to 255.255.255.255 port 67
DHCPACK from 10.13.5.16
bound to 192.168.1.134 -- renewal in 1487 seconds.
Copyright 2004-2007 Internet Systems Consortium.
All rights reserved.
For info, please visit http://www.isc.org/sw/dhcp/
Listening on LPF/wlan0/00:19:db:0f:93:85
Sending on LPF/wlan0/00:19:db:0f:93:85
Sending on Socket/fallback
DHCPREQUEST on wlan0 to 255.255.255.255 port 67
DHCPACK from 10.13.5.16
bound to 192.168.1.134 -- renewal in 1487 seconds.
Yah, saya masih berusaha mencari bug yang lainnya .. eu ...
Jumat, 11 Januari 2008
Musik yang Bermartabat
Kemaren sore saat sedang istirahat tanpa sengaja saya tertarik dengan sebuah acara infotainment ketika sedang pindah-pindah channel sambil cari-cari acara yang bagus di antara setumpuk acara gak berkualitas sore itu. Waktu itu kebetulan ada wawancara dengan Dhani Ahmad perihal album Maia Estianty dan partner barunya (Mei Chan katanya).
Satu kalimat menarik terlontar dari Dhani Ahmad yang mengatakan kira-kira begini : "... buat lagu komersil itu gampang ... mudah sekali, tapi bikin lagu yang bermartabat itu susah ... okelah Kangen Band bisa terkenal, Radja bisa terkenal, itu mudah ... tapi bikin lagu yang bermartabat itu sulit ...". Jreng!! perhatian saya langsung tercuri oleh pernyataan itu.
"Musik bermartabat" menurut Dhani Ahmad mungkin lebih pas diasosiasikan ke arah "totalitas musik". Saya cukup sependapat karena bertahun-tahun terakhir ini sulit menemukan pendatang baru yang punya totalitas musik dalam setiap karyanya. Berbeda dengan musisi angkatan 90-an misalnya seperti GIGI, Dewa 19, Slank, Gallery, God Bless, Iwan Fals, Chrisye, Melly Goeslaw, Krisdayanti, dan lain-lain. Mereke betul-betul memperlihatkan totalitas musiknya dalam setiap karya mereka. Jadi tidak hanya bikin lagu trus dibuat albumnya, lalu dapat uang dan jadi terkenal. Bukannya tidak boleh, tapi menurut pendapat saya pribadi ya ... sayang lah.
Banyak pendatang baru yang menurut saya memang punya lagu yang laris manis, tapi "kurang berisi". Lagu yang baik menurut saya tidak hanya aransemennya bagus, tapi juga jujur, gak asal, dan ada soulnya. Pendatang baru yang menurut saya cukup bagus misalnya Nidji. Walaupun banyak orang menilai Nidji itu terlalu meniru Coldplay (saya sendiri gak begitu tau bener apa nggak ...), tapi corak musiknya adalah salah satu yang baru di Indonesia. Lagu-lagunya pun berkualitas. Berbeda misalnya dengan Kangen Band. Menurut saya band ini memang belum matang, bahkan beberapa waktu kemaren saya baru menyadari (karena tetangga sering memutar lagi hits Kangen Band) bahwa lagu hits Kangen Band itu terlalu banyak suara simbalnya yang menurut saya malah bikin telinga "ngilu". Dan masih banyak lagi band-band pendatang baru yang memang belum kelihatan totalitasnya dalam bermusik.
Overall, saya tetap menilai bahwa karya musik Indonesia yang memang total baru bisa saya temukan pada musisi-musisi era 90-an ke bawah. GIGI misalnya, satu-satunya band yang sampai sekarang sangat saya senangi karena totalitas personil dan karya-karyanya. Peace, love, and respect ....
Satu kalimat menarik terlontar dari Dhani Ahmad yang mengatakan kira-kira begini : "... buat lagu komersil itu gampang ... mudah sekali, tapi bikin lagu yang bermartabat itu susah ... okelah Kangen Band bisa terkenal, Radja bisa terkenal, itu mudah ... tapi bikin lagu yang bermartabat itu sulit ...". Jreng!! perhatian saya langsung tercuri oleh pernyataan itu.
"Musik bermartabat" menurut Dhani Ahmad mungkin lebih pas diasosiasikan ke arah "totalitas musik". Saya cukup sependapat karena bertahun-tahun terakhir ini sulit menemukan pendatang baru yang punya totalitas musik dalam setiap karyanya. Berbeda dengan musisi angkatan 90-an misalnya seperti GIGI, Dewa 19, Slank, Gallery, God Bless, Iwan Fals, Chrisye, Melly Goeslaw, Krisdayanti, dan lain-lain. Mereke betul-betul memperlihatkan totalitas musiknya dalam setiap karya mereka. Jadi tidak hanya bikin lagu trus dibuat albumnya, lalu dapat uang dan jadi terkenal. Bukannya tidak boleh, tapi menurut pendapat saya pribadi ya ... sayang lah.
Banyak pendatang baru yang menurut saya memang punya lagu yang laris manis, tapi "kurang berisi". Lagu yang baik menurut saya tidak hanya aransemennya bagus, tapi juga jujur, gak asal, dan ada soulnya. Pendatang baru yang menurut saya cukup bagus misalnya Nidji. Walaupun banyak orang menilai Nidji itu terlalu meniru Coldplay (saya sendiri gak begitu tau bener apa nggak ...), tapi corak musiknya adalah salah satu yang baru di Indonesia. Lagu-lagunya pun berkualitas. Berbeda misalnya dengan Kangen Band. Menurut saya band ini memang belum matang, bahkan beberapa waktu kemaren saya baru menyadari (karena tetangga sering memutar lagi hits Kangen Band) bahwa lagu hits Kangen Band itu terlalu banyak suara simbalnya yang menurut saya malah bikin telinga "ngilu". Dan masih banyak lagi band-band pendatang baru yang memang belum kelihatan totalitasnya dalam bermusik.
Overall, saya tetap menilai bahwa karya musik Indonesia yang memang total baru bisa saya temukan pada musisi-musisi era 90-an ke bawah. GIGI misalnya, satu-satunya band yang sampai sekarang sangat saya senangi karena totalitas personil dan karya-karyanya. Peace, love, and respect ....
Senin, 07 Januari 2008
Terlalu Menghabiskan Energi ...
Inilah kesimpulan dari fenomena yang terjadi pada saya setengah tahun belakangan ini. Beberapa bulan terakhir saya sedang penasaran kenapa kadang-kadang (tapi agak sering :p) kepala saya kayak mau meledak. Efeknya biasanya kyak pusing tapi gak juga (dibilang pusing gak, dibilang gak ya ... gak juga ..), ditambah ada rasa-rasa berat. Dampak paling parahnya adalah otak saya ini kalau udah gitu kayak nge-jamned (kayak "idle" di komputer), konsentrasi sih bisa tapi informasi gak ada yang bisa masuk. Nah lho, berabe deh nih ...
Setelah lama mikir-mikir dan selidik punya selidik, akhirnya ketahuan, ternyata otak saya kekurangan energi. Wah gila ... harus makan berapa banyak nih ... hehe .. dan ternyata memang kudu banyak. Satu solusi yang sudah lumayan ada efeknya adalah MADU!. Kandungan gula madu lumayan tinggi tapi bisa diserap darah dalam waktu kira-kira 7 menit saja. Tinggal campur air putih, aduk, trus gleg .. gleg .. gleg ... dan meteran power saya bisa langsung naik lagi. Lebih enak lagi kalau dicampur susu cokelat "Sari Husada" haha ... sedap. Lumayan lah, otak saya bisa dikuras lagi sekarang, walaupun kalau mikir berat, 2 jam aja bisa langsung lapar ...
Pertanyaan terakhir yang terlintas dari pikiran saya barusan : "Jangan-jangan selama ini jadi kurus karena itu ?". Halah, terlalu mendramatisir, gak lah ... setelah saya pikir-pikir ya gak ada hubungannya. Berarti tinggal satu lagi nih yang perlu ditambah porsinya ... latihan!!
Hosh!!!!!! Mudah-mudahan kalau nanti mati, otak ini sudah dikuras habis untuk hal-hal yang bermanfaat ... amin ....
Setelah lama mikir-mikir dan selidik punya selidik, akhirnya ketahuan, ternyata otak saya kekurangan energi. Wah gila ... harus makan berapa banyak nih ... hehe .. dan ternyata memang kudu banyak. Satu solusi yang sudah lumayan ada efeknya adalah MADU!. Kandungan gula madu lumayan tinggi tapi bisa diserap darah dalam waktu kira-kira 7 menit saja. Tinggal campur air putih, aduk, trus gleg .. gleg .. gleg ... dan meteran power saya bisa langsung naik lagi. Lebih enak lagi kalau dicampur susu cokelat "Sari Husada" haha ... sedap. Lumayan lah, otak saya bisa dikuras lagi sekarang, walaupun kalau mikir berat, 2 jam aja bisa langsung lapar ...
Pertanyaan terakhir yang terlintas dari pikiran saya barusan : "Jangan-jangan selama ini jadi kurus karena itu ?". Halah, terlalu mendramatisir, gak lah ... setelah saya pikir-pikir ya gak ada hubungannya. Berarti tinggal satu lagi nih yang perlu ditambah porsinya ... latihan!!
Hosh!!!!!! Mudah-mudahan kalau nanti mati, otak ini sudah dikuras habis untuk hal-hal yang bermanfaat ... amin ....
Kamis, 27 Desember 2007
Istighfar yang Paling Utama
"Tiada hari tanpa istighfar". Ungkapan itu sepertinya sangat cocok untuk menggambarkan betapa pentingnya istighfar bagi seorang muslim. Dalam sebuah kesempatan ketika saya membaca ringkasan shahih Bukhari, saya menemukan sebuah hadits yang mengungkapkan istighfar paling utama menurut Rasulullah Saw. Kira-kira haditsnya begini :
Diriwayatkan dari Syaddad bin Aus r.a. bahwa Nabi Saw pernah bersabda : Bacaan istighfar yang paling utama adalah 'Allaahumma anta rabbii ... illaa anta'(Ya Allah! Engkaulah Tuhanku. Tiada tuhan Selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan menepati janjiku kepada-Mu dengan segala kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang telah aku perbuat. Di hadapan-Mu aku mengakui nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan aku mengakui pula dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosaku selain Engkau). Rasulullah Saw bersabda : "Siapa yang beristighfar seperti itu pada siang hari dengan penuh keimanan kemudian dia mati sebelum malam tiba, maka dia akan masuk surga, dan siapa yang beristighfar seperti itu pada malam hari dengan penuh keimanan kemudian dia mati sebelum pagi tiba, maka dia akan masuk surga". [H.R. Bukhari #6306]
Ada perasaan sedih ketika saya membaca ungkapan istighfar dalam hadits tersebut dan somehow dalam hati saya mengakui mengapa ungkapan tersebut menjadi ungkapan istighfar paling utama menurut Rasulullah Saw. Anyway, ada beberapa "point lebih" yang saya ambil dari ungkapan istighfar tersebut.
Kesadaran terhadap Allah SWT. Saya adalah muslim yang masih berusaha menanamkan kesadaran terhadap Allah SWT, karena kadang-kadang saya masih suka lupa kalau Allah SWT mengawasi saya. Mungkin juga banyak orang yang mengalami hal yang sama. Dalam ungkapan istighfar di atas terdapat pernyataan "... dan aku adalah hamba-Mu", frase-frase sebelumnya menguatkan pernyataan ini. Hal yang saya alami ini, menurut saya adalah contoh dari sebuah pernyataan "... dan aku adalah hamba-Mu" yang belum dalam dan menyeluruh. Ini adalah sebuah masalah serius tentunya, dan dengan membaca hadits tersebut setidaknya saya bisa lebih membuka pikiran saya untuk mengevaluasi kesadaran saya terhadap Allah SWT.
Mengingat janji. Timbul pertanyaan penting dalam hati saya : "berapa kali dalam sehari saya berjanji kepada Allah, dan berapa kali dalam sehari saya lupa mengusahakan janji-janji yang telah saya ikrarkan kepada Allah SWT ?". "... Aku akan menepati janjiku kepada-Mu dengan segala kemampuanku ...". Somehow kalimat inilah yang betul-betul membuat saya sedih. Ada dua hal yang terlintas dalam pikiran saya ketika mengucapkan kalimat itu. Hal pertama, banyak janji yang pastinya belum saya maksimalkan usahanya. Hal kedua, apakah sebagai muslim saya sudah berusaha sekuat mungkin dalam kehidupan ini ? Pada akhirnya, menurut saya, sangat penting untuk menanamkan kesadaran bahwa saya adalah muslim yang akan selalu berusaha semaksimal mungkin dalam kehidupan ini untuk mengusahakan apa saja.
Secara keseluruhan, ungkapan istighfar di atas mengingatkan saya untuk selalu mengungkapkan perasaan saya kepada Allah SWt setiap hari. Tidak ada tempat curhat terbaik selain Allah SWT, 'tul gak tuh ?:D. Dari curhat tersebut, secara tidak langsung saya dapat lebih menanamkan kesadaran bahwa "hey, gak ada tuhan selain Allah SWT, cuma kepada Dia gw bisa curhat sepenuhnya dalam hal apa aja, Dia yang paling bisa dipercaya di seantero alam semesta ini, dan gw akan terus berusaha agar menjadi hamba-Nya yang bertakwa dan bermanfaat untuk banyak orang di bumi ini".
Diriwayatkan dari Syaddad bin Aus r.a. bahwa Nabi Saw pernah bersabda : Bacaan istighfar yang paling utama adalah 'Allaahumma anta rabbii ... illaa anta'(Ya Allah! Engkaulah Tuhanku. Tiada tuhan Selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan menepati janjiku kepada-Mu dengan segala kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang telah aku perbuat. Di hadapan-Mu aku mengakui nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan aku mengakui pula dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosaku selain Engkau). Rasulullah Saw bersabda : "Siapa yang beristighfar seperti itu pada siang hari dengan penuh keimanan kemudian dia mati sebelum malam tiba, maka dia akan masuk surga, dan siapa yang beristighfar seperti itu pada malam hari dengan penuh keimanan kemudian dia mati sebelum pagi tiba, maka dia akan masuk surga". [H.R. Bukhari #6306]
Ada perasaan sedih ketika saya membaca ungkapan istighfar dalam hadits tersebut dan somehow dalam hati saya mengakui mengapa ungkapan tersebut menjadi ungkapan istighfar paling utama menurut Rasulullah Saw. Anyway, ada beberapa "point lebih" yang saya ambil dari ungkapan istighfar tersebut.
Kesadaran terhadap Allah SWT. Saya adalah muslim yang masih berusaha menanamkan kesadaran terhadap Allah SWT, karena kadang-kadang saya masih suka lupa kalau Allah SWT mengawasi saya. Mungkin juga banyak orang yang mengalami hal yang sama. Dalam ungkapan istighfar di atas terdapat pernyataan "... dan aku adalah hamba-Mu", frase-frase sebelumnya menguatkan pernyataan ini. Hal yang saya alami ini, menurut saya adalah contoh dari sebuah pernyataan "... dan aku adalah hamba-Mu" yang belum dalam dan menyeluruh. Ini adalah sebuah masalah serius tentunya, dan dengan membaca hadits tersebut setidaknya saya bisa lebih membuka pikiran saya untuk mengevaluasi kesadaran saya terhadap Allah SWT.
Mengingat janji. Timbul pertanyaan penting dalam hati saya : "berapa kali dalam sehari saya berjanji kepada Allah, dan berapa kali dalam sehari saya lupa mengusahakan janji-janji yang telah saya ikrarkan kepada Allah SWT ?". "... Aku akan menepati janjiku kepada-Mu dengan segala kemampuanku ...". Somehow kalimat inilah yang betul-betul membuat saya sedih. Ada dua hal yang terlintas dalam pikiran saya ketika mengucapkan kalimat itu. Hal pertama, banyak janji yang pastinya belum saya maksimalkan usahanya. Hal kedua, apakah sebagai muslim saya sudah berusaha sekuat mungkin dalam kehidupan ini ? Pada akhirnya, menurut saya, sangat penting untuk menanamkan kesadaran bahwa saya adalah muslim yang akan selalu berusaha semaksimal mungkin dalam kehidupan ini untuk mengusahakan apa saja.
Secara keseluruhan, ungkapan istighfar di atas mengingatkan saya untuk selalu mengungkapkan perasaan saya kepada Allah SWt setiap hari. Tidak ada tempat curhat terbaik selain Allah SWT, 'tul gak tuh ?:D. Dari curhat tersebut, secara tidak langsung saya dapat lebih menanamkan kesadaran bahwa "hey, gak ada tuhan selain Allah SWT, cuma kepada Dia gw bisa curhat sepenuhnya dalam hal apa aja, Dia yang paling bisa dipercaya di seantero alam semesta ini, dan gw akan terus berusaha agar menjadi hamba-Nya yang bertakwa dan bermanfaat untuk banyak orang di bumi ini".
Selasa, 11 Desember 2007
Bersyukur dengan "Kekurusan"
Hahahaha ... ketawa dulu deh. Bicara masalah kurus sama saja dengan debat kusir sepanjang masa tentang "duluan mana, telor apa ayam ?". Gimana gak, dari kecil sampe sekarang gak pernah bisa gemuk. Wess!! apa yang salah nih ? Teuing ah, udah capek mikirinnya. Saya memang termasuk orang yang susah sekali gemuk, biarpun makan 5 kali sehari selama setahun penuh pun gak akan ada pengaruhnya, sepertinya memang desain gennya begitu.
Dulu sempat stress lantaran banyak temen bilang "tambah kurus lu luf, kurang gizi ? apa banyak pikiran ?". Walah, macam-macam lah argumennya. Malahan beberapa kali sempat intens coba gemukin badan, mulai dari makan banyak, ngemil sering-sering, minum softdrink kebanyakan, makan yang pedes-pedes (kalau ini mah memang suka euy), tidur rada rajin, de el el lah pokoknya, tetep aja ... kurus bin langsung, hahaha. Tapi ah .. masih aja kepikiran, soalnya saya masih yakin bisa bikin "kemajuan" dari ukuran badan. Kayaknya liburan ini harus konsentrasi penggemukan lagi nih, mungkin nanti ditambah ngegame yang sering, nonton film komedi sampe muntah, sama main-main ke kost temen biar pikiran yang berat-berat bisa dibuang jauh-jauh kali ya.
Anyway, bagaimanapun, bentuk seperti ini yang Allah SWT kasih sekarang ini dan saya sangat bersyukur. Selain karena beban saya lebih ringan (jadi lebih lincah ... harusnya hehe ..), otak saya juga bisa dapat energi lebih buat mikir karena badan segini-gininya pasti ada sisa operasionalnya hehe ... (jangan-jangan kebanyakan mikir malah badannya gak kebagian ?). Alhamdulillah ... semua ada hikmahnya, semakin kita bersyukur, semakin "gemuk" keimanan kita. Amin.
Dulu sempat stress lantaran banyak temen bilang "tambah kurus lu luf, kurang gizi ? apa banyak pikiran ?". Walah, macam-macam lah argumennya. Malahan beberapa kali sempat intens coba gemukin badan, mulai dari makan banyak, ngemil sering-sering, minum softdrink kebanyakan, makan yang pedes-pedes (kalau ini mah memang suka euy), tidur rada rajin, de el el lah pokoknya, tetep aja ... kurus bin langsung, hahaha. Tapi ah .. masih aja kepikiran, soalnya saya masih yakin bisa bikin "kemajuan" dari ukuran badan. Kayaknya liburan ini harus konsentrasi penggemukan lagi nih, mungkin nanti ditambah ngegame yang sering, nonton film komedi sampe muntah, sama main-main ke kost temen biar pikiran yang berat-berat bisa dibuang jauh-jauh kali ya.
Anyway, bagaimanapun, bentuk seperti ini yang Allah SWT kasih sekarang ini dan saya sangat bersyukur. Selain karena beban saya lebih ringan (jadi lebih lincah ... harusnya hehe ..), otak saya juga bisa dapat energi lebih buat mikir karena badan segini-gininya pasti ada sisa operasionalnya hehe ... (jangan-jangan kebanyakan mikir malah badannya gak kebagian ?). Alhamdulillah ... semua ada hikmahnya, semakin kita bersyukur, semakin "gemuk" keimanan kita. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)