Kamis, 27 Desember 2007

Istighfar yang Paling Utama

"Tiada hari tanpa istighfar". Ungkapan itu sepertinya sangat cocok untuk menggambarkan betapa pentingnya istighfar bagi seorang muslim. Dalam sebuah kesempatan ketika saya membaca ringkasan shahih Bukhari, saya menemukan sebuah hadits yang mengungkapkan istighfar paling utama menurut Rasulullah Saw. Kira-kira haditsnya begini :

Diriwayatkan dari Syaddad bin Aus r.a. bahwa Nabi Saw pernah bersabda : Bacaan istighfar yang paling utama adalah 'Allaahumma anta rabbii ... illaa anta'(Ya Allah! Engkaulah Tuhanku. Tiada tuhan Selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku akan menepati janjiku kepada-Mu dengan segala kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang telah aku perbuat. Di hadapan-Mu aku mengakui nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan aku mengakui pula dosaku, maka ampunilah aku, karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosaku selain Engkau). Rasulullah Saw bersabda : "Siapa yang beristighfar seperti itu pada siang hari dengan penuh keimanan kemudian dia mati sebelum malam tiba, maka dia akan masuk surga, dan siapa yang beristighfar seperti itu pada malam hari dengan penuh keimanan kemudian dia mati sebelum pagi tiba, maka dia akan masuk surga". [H.R. Bukhari #6306]

Ada perasaan sedih ketika saya membaca ungkapan istighfar dalam hadits tersebut dan somehow dalam hati saya mengakui mengapa ungkapan tersebut menjadi ungkapan istighfar paling utama menurut Rasulullah Saw. Anyway, ada beberapa "point lebih" yang saya ambil dari ungkapan istighfar tersebut.

Kesadaran terhadap Allah SWT. Saya adalah muslim yang masih berusaha menanamkan kesadaran terhadap Allah SWT, karena kadang-kadang saya masih suka lupa kalau Allah SWT mengawasi saya. Mungkin juga banyak orang yang mengalami hal yang sama. Dalam ungkapan istighfar di atas terdapat pernyataan "... dan aku adalah hamba-Mu", frase-frase sebelumnya menguatkan pernyataan ini. Hal yang saya alami ini, menurut saya adalah contoh dari sebuah pernyataan "... dan aku adalah hamba-Mu" yang belum dalam dan menyeluruh. Ini adalah sebuah masalah serius tentunya, dan dengan membaca hadits tersebut setidaknya saya bisa lebih membuka pikiran saya untuk mengevaluasi kesadaran saya terhadap Allah SWT.

Mengingat janji. Timbul pertanyaan penting dalam hati saya : "berapa kali dalam sehari saya berjanji kepada Allah, dan berapa kali dalam sehari saya lupa mengusahakan janji-janji yang telah saya ikrarkan kepada Allah SWT ?". "... Aku akan menepati janjiku kepada-Mu dengan segala kemampuanku ...". Somehow kalimat inilah yang betul-betul membuat saya sedih. Ada dua hal yang terlintas dalam pikiran saya ketika mengucapkan kalimat itu. Hal pertama, banyak janji yang pastinya belum saya maksimalkan usahanya. Hal kedua, apakah sebagai muslim saya sudah berusaha sekuat mungkin dalam kehidupan ini ? Pada akhirnya, menurut saya, sangat penting untuk menanamkan kesadaran bahwa saya adalah muslim yang akan selalu berusaha semaksimal mungkin dalam kehidupan ini untuk mengusahakan apa saja.

Secara keseluruhan, ungkapan istighfar di atas mengingatkan saya untuk selalu mengungkapkan perasaan saya kepada Allah SWt setiap hari. Tidak ada tempat curhat terbaik selain Allah SWT, 'tul gak tuh ?:D. Dari curhat tersebut, secara tidak langsung saya dapat lebih menanamkan kesadaran bahwa "hey, gak ada tuhan selain Allah SWT, cuma kepada Dia gw bisa curhat sepenuhnya dalam hal apa aja, Dia yang paling bisa dipercaya di seantero alam semesta ini, dan gw akan terus berusaha agar menjadi hamba-Nya yang bertakwa dan bermanfaat untuk banyak orang di bumi ini".

Tidak ada komentar: