Inilah salah satu kebiasaan banyak orang Indonesia yang selalu saya lihat di manapun dan kapanpun. Saya dengan bangga ingin mengatakan I HATE THIS ATTITUDE !!!. Sering saya lihat orang-orang dengan mudahnya melepaskan sendal mereka tanpa lihat-lihat kondisi sekitar, apakah ada sendal lain atau tidak ? Akibatnya, sangat sering saya lihat ada sendal "parkir" di atas sendal. Please donk ah, mana budaya bersihnya ?
Apa fungsi sendal sih ? Ya, banyak, bisa buat orang kelilipan, buat gebuk kasur, ganjel pintu, sedot WC (halah ?), ngepel, ngulek sambel, dll. Tapi yang biasa kita lihat kan sendal adalah sebuah alas kaki yang fungsinya melindungi kaki dari kotoran di lantai/jalan. Jadi kalau ada "ranjau" gak akan langsung "meresap" ke kulit kaki, tapi ke "kulit" sendal, sehingga kaki selalu bersih.. Nah, karena fungsi utamanya inilah seharusnya sendal itu "diparkir" dengan baik dan rapih, jangan sampai ada sendal "parkir" di atas sendal lain. Kalau begitu kejadiannya, kotoran di sendal yang seenaknya "parkir" akan "mencemari" sendal yang "dizhaliminya". Nah, kalau sudah begitu, sendal korban kan jadi kotor dan kaki korban juga kotor, sehingga ke mana-mana akan "menularkan" kekotoran juga. Walah, repot tuh kalau gitu, dampaknya bisa global. Bagaimana kalau sampai di rumah belum sempat dicuci, kaki korban tersebut "menandai eksistensinya" di lantai, dan .... walah ... dsb .. dsb lah ...
Intinya dari tulisan ini saya ingin mengajak siapapun di negara ini untuk mulai memperhatikan hal-hal kecil yang tak terasa dampaknya bisa lebih besar dari "kesepelean" yang terlihat. Seperti contoh di atas, tidak ada salahnya kalau kita mencontoh orang-orang Jepang yang punya kebiasaan "memarkir" sendalnya dengan rapih, jadi bersih. Dari kebiasaan kecil merapihkan dan menertibkan "parkir" sendal lama-lama akan membangun karakter rapih, bersih, dan peduli. Saya rasa itu adalah hal positif yang perlu dimiliki bangsa yang ingin maju.
Minggu, 02 Desember 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar