Merokok alias smoking atau kalau Ibu saya bilang nyetun sudah menjadi budaya paling hot sejak ratusan tahun lalu. Lama juga ya ... wuih. Dulu waktu masih kecil saya sering melihat kakek saya asik melinting rokoknya yang orang sunda bilang rokok kawung karena bahan pembungkusnya ya daun kawung. Berbeda dengan kakek saya, kepala dusun tempat saya KKN dulu menggunakan kertas rokok yang mungkin sudah cukup dikenal. Tapi tetap saja judulnya sama, "linting lagi .. hisap lagi .. linting lagi sekarang .. sekarang hisap lagi .. linting lagi sekarang". Satu hal yang menurut saya lucu, salah seorang teman KKN saya sempat coba rokok style-nya Pak Kadus dan dia bahkan tidak bertahan pada hisapan kelima hahaha ... sudah itu kebanyakan ngelintingnya dari hisapannya, walah .. jago rokok aja kalah, lucu lah pokoknya.
Anyway, biarpun rada lucu tapi budaya ini bukanlah suatu hal yang bagus untuk dilakukan dan saya sangat membencinya. Tapi kebencian saya kepada rokok masih belum apa-apa dibandingkan dengan bencinya saya kepada orang yang mengatakan rokok itu makruh. Sudah jelas rokok itu merusak masih dibilang makruh, ya haram lah bung. Akibatnya, banyak orang berdalih menggunakan alasan makruh itu untuk terus merokok ... dan ... merokok. Rokok lagi rokok lagi ... euy!
Allah SWT sudah menegaskan begini :
Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan (Q.S. Al Baqarah : 205)
Nah, sudah jelas kan Allah SWT benci kerusakan dan kebinasaan. Itulah yang melandasi kenapa bunuh diri itu haram, sudah diberi nyawa malah membinasakan diri sendiri, gak bersyukur banget. Allah SWT membenci manusia yang tidak bersyukur, merusak : merusak lingkungan, merusak orang lain, atau merusak diri sendiri.
Rokok jelas-jelas merusak badan dan saya yakin seyakin-yakinnya semua perokok tahu itu. Karena sifatnya yang merusak maka rokok itu haram hukumnya, semua yang Allah SWT larang itu demi kebaikan manusia, jadi jelas keharaman rokok akan menyelamatkan manusia dari merusak dirinya sendiri dan otomatis akan menyelamatkan manusia dari kebinasaannya. Kok bisa ? Ya iya lah ... orang yang merokok paru-parunya akan rusak, pelan-pelan ... ujung-ujungnya biasa lah .. kanker dan gangguan jantung, sedangkan kedua hal itu adalah ancaman yang dapat mengganggu atau bahkan menghentikan kerja tubuh ... kalau tubuh sudah berhenti bekerja ya "lewat" lah orang yang bersangkutan, dengan kata lain binasa.
Satu lagi, para perokok itu dosanya minta ampun deh, sudah merusak diri sendiri, mereka juga ikut merusak orang lain dan bahayanya lebih besar lagi karena asap yang terhisap orang lain adalah "limbah" yang lebih bahaya lagi kalau "mampir" ke paru-paru. Ini salah satu yang membuat saya geram karena adik saya yang masih kecil beberapa tahun lalu sempat keracunan nikotin sampai-sampai harus dirawat di rumah sakit segala. Alhamdulillahnya saya sudah bisa nerapi waktu itu, jadi langsung pulang ke Bogor dan "turun tangan" biar adik cepat sembuh. Berengsek tu rokok !! Saya gak mau anak-anak seperti adik saya keracunan nikotin gara-gara gak sengaja menghisap asap rokok dari orang sekitar mereka. Seringkali saya kesel setiap ada orang dengan santainya menghembuskan asap rokok ke orang di sebelahnya, kalau gak sabar, itu orang sudah saya bikin semaput. Bagaimana tidak kesal, setiap liat rokok saya teringat wajah adik saya yang dulu dirawat di RS.
So, sudah lah, mari kita hentikan kebiasaan merokok itu, gak ada untungnya, malah banyak ruginya. Ingat saja, tanggung jawabnya berat nanti di akhirat. Rokok ? Please deh ah ... gak banget !!
Senin, 10 Desember 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
1 komentar:
kenapa orang merasa nyaman saat merokok?
karena mereka menarik nafas panjang dan dalam..
Posting Komentar